logo
Finnesia adalah perusahaan Financial Technologi (Fintech) berbasis Peer to Peer (P2P) Lending.

Tentang Finnesia
Aturan Penggunaan
Kebijakan Privasi
Syarat & Ketentuan
FAQ
Blog Finnesia
Hubungi Kami

Kantor Pusat


Tower Grand Royal KR 27
Kebagusan City
Jakarta

Email: [email protected]
Phone: +62 (21)

Marketing

  [caption id="attachment_6226" align="aligncenter" width="646"] Perusahaan FinTech(Sumber: Indonesian FinTech Association)[/caption]   JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menyatakan, baru ada 27 perusahaan layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/ fintech) skema peer-to-peer (P2P) lending yang terdaftar pada regulator. Artinya, mereka sudah mengantongi izin OJK. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK Riswinandi menyebut, hingga November 2017, jumlah pembiayaan yang telah disalurkan oleh fintech P2P lending mencapai Rp...

Read More

Ikhtisar Kebutuhan pinjaman dalam negeri sebesar Rp1.000 triliun yang belum terlayani lembaga keuangan konvensional dapat menjadi peluang yang bisa ditangkap oleh para pelaku startup fintech tanah air.   2.Edukasi masyarakat, kekurangan talenta, data, serta regulasi yang belum baku bakal tetap menjadi tantangan              yang harus dihadapi para pelaku startup fintech pada tahun 2018 mendatang.   3.Meski penuh tantangan, industri fintech diperkirakan masih akan terus...

Read More

Berdasarkan riset terbaru CFA Institute, para pekerja di Wall Street harus mulai khawatir dengan membesarnya perusahaan digital berbasis jasa keuangan atau financial technology (fintech) yang bisa menggantikan posisi mereka. Mayoritas responden, yang terdiri atas 3.000 analis keuangan di dunia, menilai aset manajemen sebagai industri yang paling terdampak dari hadirnya fintech. Sebanyak 54 persen responden menyatakan, aset manajemen akan mendapatkan tantangan paling besar seiring penguatan fintech, disusul...

Read More

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=EETB2WJPJug&t=85s[/embed]     Laporan Pricewaterhouse Coopers (PwC) terbaru menyatakan 83 persen institusi jasa keuangan tradisional meyakini bahwa sebagian dari lahan bisnis mereka akan direbut oleh perusahaan jasa teknologi keuangan (financial technology/FinTech). Dalam laporan berjudul ‘Blurred Lines: How FinTech is shaping Financial services’ tersebut, 95 persen perbankan khawatir bisnis mereka akan direbut oleh FinTech. Laporan ini memuat pendapat yang diberikan oleh 544 CEO, Pemimpin Bagian Inovasi, CIO dan pejabat tinggi manajemen...

Read More

Bank Indonesia (BI) melarang penggunaan bitcoin sebagai mata uang, pembayaran atau alat tukar yang sah. Bank sentral Indonesia ini menegaskan pihaknya tidak mengatur mengenai keberadaan virtual currency atau mata uang digital seperti bitcoin. Karena jelas, dalam Undang-Undang (UU) mata uang dan alat pembayaran yang sah hanya rupiah. "Jadi kita tidak bikin aturan mengenai virtual currency tapi menegaskan bahwa UU khususnya Undang-Undang mata uang mengatakan untuk melakukan...

Read More

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=imZghWaC6uY[/embed]     Bank Indonesia (BI) menerbitkan ketentuan penyelenggaraan teknologi finansial (fintech). Aturan ini dimaksudkan untuk mendorong inovasi dan mendukung terwujudnya ekosistem fintech yang bermanfaat bagi perekonomian. Namun demikian, inovasi tersebut tetap menerapkan prinsip perlindungan konsumen, manajemen risiko, dan kehati-hatian. Ketentuan yang memuat pengaturan, pengawasan, dan pemantauan terhadap penyelenggaraan teknologi finansial tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial tanggal 29 November 2017.   "Fintech memang...

Read More